Rabu, 09 Agustus 2017

MATERI 3 PKWU KELAS X SEMESTER 1

Perancangan Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Perancangan Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Proses perancangan produk diawali dengan identifikasi masalah, pencarian ide solusi, dilanjutkan dengan pembuatan gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dikembangkan nienjadi produk rekayasa yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi dan proses produksi. Produksi adalah membuat produk hasil rekayasa sehingga siap dijual.
Identifikasi Masalah
Perancangan produk bertujuan untuk menemukan solusi dari sebuah permasalahan, dalam hal ini permasalahan transportasi dan logistik. Proses perancangan diawali dengan mengidentifikasi permasalahan transportasi atau logistik yang ada di sekitar kita. Salah satu contoh masalah transportasi sederhana adalah :
  • Konsumen membeli 4 buah jus buah dalam gelas plastik dan akan membawanya ke rumah. Bagaimana agar konsumen dapat membawa dengan nyaman dan jus buah dalam gelas tidak tumpah? 
  • Sebuah usaha katering harus membawa 100 buah piring makan dan 100 pasang sendok garpu untuk sebuah pesta kebun atau pesta di lapangan rumput. Bagaimana agar piring-piring dapat dibawa dengan aman ke lokasi pesta yang tidak memungkinkan dijangkau mobil? 
  • Panenjamur pada rakjamur yang tersusun vertikal membutuhkan a lat bantu bawa yang memudahkan petani membawa dan menyimpan hasil panen yang melindungi dari resiko kerusakan.
Mencari Solusi dengan Curah Pendapat

Langkah selanjutnya adalah mencari ide sebagai solusi dari masalah tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah melalui curah pendapat (brainstorming) yang dilakukan dalam kelompok. Pada proses brainstorming ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun.Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam sketsa. Kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Ide meliputi bentuk dan ukuran wadah atau tempat barang, sumber tenaga dan kendali yang digunakan, sistem mekanik yang dapat digunakan dan lain-lain. (gambar ide sketsa untuk masalah gelas jus, piring katering, panen janiur). 

Contoh sketsa ide untuk produk pembawa gelas jus.
Contoh sketsa ide untuk produk pembawa gelas jus.
Contoh sketsa ide untuk pembawa piring dengan kereta.
Contoh sketsa ide untuk pembawa piring dengan kereta.
 Contoh sketsa ide untuk pembawa dengan tenaga manusia.
 Contoh sketsa ide untuk pembawa dengan tenaga manusia.
Contoh sketsa ide untuk keranjang panen jamur.
Contoh sketsa ide untuk keranjang panen jamur.
Rasionalisasi

Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan pertimbangan-pertimbangan teknis, di antaranya bagaimana cara menggunakan produk terse but, apakah bah an dan teknik yang ada sudah tepat untuk mewujudkannya? Apakah memungkinkan untuk diproduksi dengan teknik produksi yang ada saat ini? Bagaimana proporsi dan ukuran yang sesuai untuk produk tersebut agar mudah digunakan oleh manusia? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Perhatikan sketsa-sketsa yang telah dibuat. Pilih ide-ide yang dianggap baik dan potensial untuk memecahkan masalah transportasi atau logistik. Kembangkan ide-ide ini dengan rasional, dan tuangkan ke dalam sketsa­sketsa selanjutnya.

Contoh sketsa pembawa gelas jus setelah pengembangan secara rasional
Contoh sketsa pembawa gelas jus setelah pengembangan secara rasional
Contoh sketsa pembawa gelas jus dengan cara bawanya
Contoh sketsa pembawa gelas jus dengan cara bawanya
Contoh salah satu sketsa ide pembawa peralatan makan setelah pengembangan secara rasional
Contoh salah satu sketsa ide pembawa peralatan makan setelah pengembangan secara rasional
Contoh salah satu sketsa ide berbeda untuk fungsi yang sama sebagai pembawa peralatan makan.
Contoh salah satu sketsa ide berbeda untuk fungsi yang sama sebagai pembawa peralatan makan.
Contoh sketsa rak untuk panen jamur.
Contoh sketsa rak untuk panen jamur.
Prototyping atau Membuat Studi Model

Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah format dua dimensi. Artinya, hanya digambarkan pada bidang datar. Produk teknologi transportasi dan logistik yang akan dibuat adalah berbentuk tiga dimensi. Maka, studi bentuk selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya. Material sebenarnya adalah material yang akan digunakan pada produk teknologi yang akan dibuat. Alat bantu yang dapat digunakan dalam pembuatan studi model adalah gunting, cutter, lem, selotip (alat pemotong dan bahan perekat).
Penentuan Desain Akhir

Penetapan desain akhir dapat dilakukan melalui diskusi atau evaluasi. Proses evaluasi menghasilkan umpan balik yang bermanfaat dalam menentukan desain akhir yang terpilih.
Produksi Produk Teknologi Transportasl dan Logistik 
Kegiatan produksi diawali dengan persiapan produksi. Persiapan produksi dapat berupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja), atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan untuk kebutuhan pembelian bahan. Produksi produk pembawa gelas jus terbuat dari satu lembar kertas karton yang dipotong dan dilipat, membutuhkan pola untuk membentuk dan melubangi kartonnya sebagai patokan produksi. Alat bantu pemindahan piring dan transportasi dapat terbuat dari beberapa bahan misalnya pipa besi, papan kayu, tali. Oleh karena itu, dibutuhkan gambar teknik untuk patokan produksi.
Tahapan produksi secara umum terbagi atas pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing. Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap dibentuk. Pada pembuatan produk pembawa gelas jus dengan bahan kertas karton, pembahanan adalah menggambarkan pola pada karton dan memotongnya berdasarkan pola. Penempatan pola pada setiap lembar karton harus mempertimbangkan efisiensi bahan. Pada produksi dalam jumlah terbatas, pemotongan dapat dilakukan dengan gunting atau cutter dengan teliti agar rapi. Pad a produksi dalam jumlah besar, pemotongan dapat dilakukan dengan penggunaan cutting punch, yaitu pemotong yang sudah berbentuk pola. Cutting punch untuk pemotong kertas biasanya terbuat dari plat besi. 

Contoh Pola Kertas
Contoh Pola Kertas
Pada pembuatan alat bantu pemindah piring dan transportasi dengan bahan pipa besi, papan kayu, tali dan lain-lain, pembahanan yang dilakukan di antaranya adalah melakukan pemotongan dan penghalusan papan agar siap dibentuk serta pemotongan pipa agar sesuai dengan kebutuhan produksi.
Tahapan proses pembahanan dilanjutkan dengan proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bentuk produk yang akan dibuat. Material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan lainnya dapat dibentuk dengan cara dipotong atau di pa hat. Pemotongan bahan dibuat sesuai dengan bentuk yang direncanakan. Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambungkan bilah-bilah papan atau dua batang bambu. Pembentukan besi dan rotan, selain dengan pemotongan, dapat menggunakan teknik pembengkokan. Pembentukan besi juga dapat menggunakan teknik las. Logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan. 

Tahap berikutnya adalah perakitan dan finishing. Sebuah produk pada umumnya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian rangka, bagian dinding dan roda.Perakitan adalah menggabungkan bagian-bagian dari sebuah produk. Perakitan dapat memanfaatkan bahan pendukung untuk penguat seperti lem, paku, benang, tali atau teknik sambungan tertentu. Tahap terakhir adalah finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum produk tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan arnplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.
Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja yang memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja bergantung pada bahan, alat dan proses produksi yang digunakan, pada proses produksi. Proses pembahanan dan pembentukan material solid seringkali menghasilkan sisa potongan atau debu yang dapat melukai bagian tubuh pekerjanya. Maka, dibutuhkan alat keselamatan kerja berupa kaca mata melindung dan masker antidebu. Proses pembahanan dan finishing apabila menggunakan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kulit dan pernapasan, pekerja harus menggunakan sarung tangan dan masker dengan filter untuk bahan kimia. Sela in alat keselamatan kerja, yang tak kalah penting adalah sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti dan pen uh konsentrasi. Sikap tersebut akan mendukung kesehatan dan keselamatan kerja.

Kemasan Produk Transportasi dan Logistik 

Kemasan untuk produk teknologi berfungsi untuk melindungi produk kerusakan serta memberikan kemudahan membawa dari lokasi produksi hingga sampai ke konsumen. Kemasan juga berfungsi untuk menambah daya tarik, dan sebagai identitas atau brand dari produk tersebut. Fungsi kemasan didukung oleh pemilihan material, bentuk, warna, teks dan grafis yang tepat. Material yang digunakan untuk membuat kemasan beragam bergantung dari produk yang akan dikemas. Prociuk yang mudah rusak harus menggunakan kemasan yang memiliki material berstruktur. Pemilihan material juga disesuaikan dengan identitas atau brand dari produk tersebut. Daya tarik dan identitas, selain ditampilkan oleh material kemasan, juga dapat ditampilkan melalui bentuk, warna, teks dan grafis. Pengemasan dapat dilengkapi dengan label yang memberikan informasi teknis maupun memperkuat identitas atau brand. 

Kemasan produk rekayasa berfungsi melindungi produk dari debu dan kotoran serta memberikan kemudahan distribusi. Kemasan yang melekat pada produk disebut sebagai kemasan primer. Kemasan sekunder berisi beberapa kemasan primer yang berisi produk. Kemasan untuk distribusi disebut kemasan tersier. Kemasan primer produk melindungi produk dari benturan dan kotoran serta berfungsi menampilkan daya tarik dari produk serta memberikan kemudahan untuk distribusi dari tempat produksi ke tempat penjualan. Perlindungan bisa diperoleh dari kemasan tersier yang membuat kemasan beragam bergantung dari produk yang akan dikemas. Kemasan produk sebaiknya memberikan identitas atau brand dari produk tersebut atau dari produsennya. 

Material kemasan untuk melindungi dari kotoran dapat berupa lembaran kertas atau plastik. Tidak semua produk membutuhkan kemasan primer, tetapi setiap produk membutuhkan identitas. ldentitas dapat berupa stiker atau selubung karton yang berisi nama dan keterangan. Pada produk fungsional dibutuhkan keterangan cara penggunaan produk. Keterangan lain yarg dibutuhkan untuk distribusi adalah simbol yang berstandar internasional untuk penanganan kemasan distribusi.
Bahan karton korigated gelombang (kiri) dan kardus (kanan) untuk kemasan distribusi.
Bahan karton korigated gelombang (kiri) dan kardus (kanan) untuk kemasan distribusi.
Selotip untuk kemasan distribusi (kiri) dan dispenser selotip (kanan)
Selotip untuk kemasan distribusi (kiri) dan dispenser selotip (kanan)
Simbol-simbol yang dipasang pada kemasan distribusi.
 Simbol-simbol yang dipasang pada kemasan distribusi.


Sumber : http://www.bejari.com/2017/01/perancangan-produk-teknologi.html

MATERI PKWU KELAS XI SEMESTER 1

Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Secara umum ada dua macam limbah yang sudah kalian kenal, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah, sayuran, kotoran manusia, dan hewan. Sedangkan limbah anorganik adalah jenis limbah yang berwujud padat, sangat sulit atau bahkan sulit untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik relatif sulit terurai. Beberapa bisa terurai, tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik yaitu dari sampah rumah tangga, seperti kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, dan pecahpecahan gelas. Limbah anorganik yang dapat didaur ulang contohnya sampah plastik, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah-limbah anorganik dapat dipilahpilah sesuai kebutuhan, jika dinilai tidak layak pakai maka limbah anorganik dapat dilebur. Sedangkan limbah yang masih dalam kondisi baik, dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya kerajinan. Jika limbah sudah beralih manfaat menjadi barang kerajinan, maka secara ekonomi nilainya akan meningkat. Kita patut bersyukur bahwa limbah anorganik juga dapat memberi manfaat untuk manusia.

Limbah berbentuk bangun datar adalah limbah yang berbentuk bangun yang berdimensi dua, yaitu bahan limbah yang memiliki sisi panjang dan lebar sehingga tidak mempunyai ruang. Limbah berbentuk bangun datar dapat berupa bidang beraturan seperti lingkaran, segi empat, segitiga, dan bangun tidak beraturan. Contoh limbah berbentuk bangun datar antara lain daun, kertas, kain perca, dan plastik.

 Setelah kalian belajar tentang materi ini diharapkan akan dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan, khususnya untuk memanfaatkan bahan limbah berbentuk bangun datar menjadi produk kerajinan yang bernilai estetika, bermutu, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.


Kamis, 03 Agustus 2017

MATERI 2 PKWU KELAS X SEMESTER 1

Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Perencanaan Usaha Produk Teknologi Transportasi dan Logistik

Transportasi adalah proses perpindahan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada masa awal peradaban, manusia menggunakan cara paling sederhana untuk transportasi jarak jauh. Manusia menggunakan kemampuan tubuhnya untuk berpindah maupun memindahkan barang, yaitu dengan berjalan kaki serta menjinjing dan memikul barang bawaan di bahunya. Cara bawa tersebut hanya dapat digunakan untuk membawa barang yang tidak terlalu berat. Pada masa itu, barang utama yang dibawa adalah hewan buruan. Hewan buruan yang lebih berat dibawa dengan cara mengikatkan kaki hewan pada sebatang kayu, kemudian batang kayu tersebut dipikul oleh dua orang. Cara lain adalah dengan menggunakan batang-batang kayu untuk meletakkan barang bawaan dan menarik batang kayu tersebut. Kemudian, manusia mulai menggunakan tenaga hewan untuk alat transportasi darat.

Perkembangan peradaban menuntut manusia untuk terus memanfaatkan pikiran kreatifnya dalam membuat berbagai alat transportasi yang sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan di sekitarnya. Pada masa lalu, untuk mengarungi sungai, bangsa Mesir membuat perahu yang terbuat dari batang tumbuhan Papyrus, sementara bangsa yang hidup di hutan tropis membuat perahu dari batang pohon kayu keras, dan bangsa-bangsa di wilayah Asia menggunakan barn bu untuk membuat rakit. Teknologi transportasi terus berkembang dengan ditemukannya roda pada 3.500 tahun Sebelum Masehi, teknologi layar pada 3.100 tahun Sebelum Masehi dan penemuan teknologi sambungan kayu, diikuti penemuan-penemuan baru seperti teknologi pembuatan jalan dan kanal laut, teknologi balon udara, teknologi mes in uap, rel kereta api, pesawat udara dan berbagai penemuan lainnya.
Pada abad ke-14, menurut Lontarak I Babad La Lagaligo, orang Ara, Tanah Lerno dan Bira di Indonesia telah membuat perahu Pinisi yaitu perahu layar yang pada masa itu digunakan untuk perdagangan antarpulau serta mengarungi samudra hingga ke China dan Mesir. Awai abad ke-19, teknologi kapal uap ditemukan sehingga pergerakan kapal tidak lagi tergantung pada angin, melainkan bergerak karena tenaga uap yang menggerakan kincir pendayung. Pada masa itu pula teknologi lokomotif uap digunakan untuk transportasi bahan tambang dan manusia. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, teknologi sepeda, motor, mobil dan pesawat terbang berkembalilg dengan pesat. Kebutuhan perpindahan manusia yang terus  awal abad ke-20, teknologi sepeda, motor, mobil dan pesawat terbang berkembalilg dengan pesat. Kebutuhan perpindahan manusia yang terus meningkat didukung dengan kemajuan teknologi mekanik, elektronik dan digital mendorong berkembangnya sistem transportasi saat ini.

Transportasi Tradisional dan Modern

 Transportasi Tradisional dan Modern

Transportasi Udara

Transportasi secara prinsip adalah proses perpindahan orang atau barang. Perpindahan dapat menempuh jarak yang dekat, sedang maupun jauh. Contoh-contoh alat transportasi yang telah dibahas adalah perpindahan untuk jarak yang jauh, seperti dari tempat berburu ke tempat tinggal, dari satu kota ke kota lain maupun dari satu negara ke negara lain. Pada keseharian, terdapat alat transportasi atau alat bantu perpindahan jarak sedang di antaranya tangga berjalan (eskalator), ban berjalan (eskavator), atau papan yang dipakai untuk meluncur dari dataran yang lebih tinggi. 
Mempercepat Perpindahan

Sekarang, mari kita perhatikan kegiatan perpindahan jarak dekat dari orang atau barang yang ada di sekitar kita. Pada perpindahan jarak pendek, manusia dapat menempuhnya dengan berjalan, sedangkan barang tidak dapat berjalan sendiri. Pergerakan pada jarak yang pendek, manusia dapat bergerak sendiri dari satu tit!k ke titik lainnya. Berbeda dengan barang, sedekat apa pun jaraknya, dibutuhkan sarana transportasi yang dapat membantu perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebuah contoh sederhana adalah membawa beberapa buah gelas berisi air minum dari dapur ke ruang tamu dengan menggunakan baki. Baki merupakan sarana transportasi yang digunakan untuk perpindahan gelas dari dapur ke ruang tamu. Pada kegiatan menimba air dari dalam sumur, wadah air yang diturunkan dengan bantuan tali dan katrol dapat disebut sebagai alat transportasi. Baki membantu perpindahan secara horizontal sedangkan wadah air, tali dan katrol membantu perpindahan secara vertikal. 

Perpindahan objek pada prinsipnya melibatkan beberapa unsur objek yang akan dipindahkan, wadah atau tempat objek berada, medan yang d1lalu1, sistem, sumber tenaga yang menggerakkan perpindahan tersebut serta pengendali perpindahan tersebut. Pada kegiatan membawa cangkir dengan baki, objek yang dipindahkan adalah cangkir berisi air, baki adalah tempat menaruh objek, medan yang dilalui adalah lantai rumah sedangkan sumber tenaga dan pengendali adalah orang yang membawa baki. Kegiatan menimba air sumur adalah memindahkan objek air dengan wadah air, dengan sumber tenaga dan pengendali orang yang menimba, dengan bantuan sistem tali dan katrol. Contoh lainnya seorang pedagang telur mengangkat satu peti telurdari tokonya ke dalam mobil. Pada kegiatan tersebut, telur merupakan objek yang dipindahkan, peti adalah wadah dari objek, medan yang dilalui adalah jalan yang dilalui dan sumber tenaga yang digunakan adalah tenaga manusia yaitu tenaga pedagang telur. Kemudian, telur tadi dibawa dengan mobil ke rumah pembeli. Maka, pada kegiatan transportasi ini, telur di dalam peti adalah objek yang dipindahkan, mobil adalah sarana di mana objek ditempatkan, medan yang dilalui adalah jalan dan sumber tenaga yang digunakan adalah sumber tenaga mesin mobil dengan pengendali manusia.
Karakter atau keadaan dari setiap unsur berpengaruh pada cara kerja keseluruhan dari sistem transportasinya. Cangkir berisi air berbeda dengan air minum dalam kemasan. Maka, cara pemindahannya akan berbeda. Membawa baki dengan beberapa cangkir berisi air akan lebih berhati-hati daripada membawa baki dengan beberapa air minum kemasan karena air minum dalam kemasan tidak memiliki risiko tumpah. Perpindahan air minum dalam kemasan juga dapat dibawa tanpa menggunakan baki melainkan dengan ditumpuk dalam sebuah kardus. Perpindahan telur pun membutuhkan pertimbangan yang matang karena telur memiliki karakter yang ringkih dan mudah rusak. Jika sejumlah telur akan dipindahkan dengan gerobak melalui jalan berbatu, telur harus disimpan pada wadah yang dapat melindungi telur dari goncangan agar telur dapat tetap utuh sampai di tempat tujuan. 

Peta Pikiran tentang Alat Transportasi Barang


Peta Pikiran tentang Alat Transportasi Barang
Transportasi barang jarak dekat merupakan kegiatan sehari-hari yang kita alami dan terjadi di sekitar kita. Karena jaraknya yang dekat, seringkali permasalahan yang dialami pada kegiatan transportasi tersebut luput dari perhatian. Permasalahan transportasi jarak dekat dapat ditemukan jika kita berpikir kritis dan teliti mengamati. Permasalahan itu juga dapat dipecahkan dengan kreativitas dan cara berpikir inovatif. Kegiatan transportasi barang jarak sedang dan jarak jauh pada umumnya berkaitan dengan kegiatan yang disebut logistik. Logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dari transportasi dan penyimpanan yang efektif dan efisien. Kegiatan logistik yang utama adalah penyimpanan dan transportasi. Maka dapat dipahami bahwa transportasi adalah bagian dari kegiatan logistik. Teknologi transportasi d?n logistik adalah teknologi yang dikembangkan untuk memfasilitasi penyimpanan dan perpindahan barang. Kita ambil contoh kegiatan logistik untuk wirausaha telur ayam. Telur ayam adalah komoditas yang mudah rusak. Maka, kita membutuhkan pengaturan yang tepat untuk penyimpanan maupun untuk transportasinya agar pedagang tidak mengalami kerugian karena kerusakan barang, yang dalam hal ini telur ayam. Kemasan atau wadah khusus dirancang untuk telur ayam agar terhindar dari benturan. Kemasan telur ayam pun harus dapat ditumpuk untuk efisiensi ruang penyimpanan. Penyimpanan dan transportasi barang harus mempertimbangkan faktor keamanan dan efisiensi ruang.

Kebutuhan logistik di antaranya muncul sebagai kelanjutan dari kegiatan produksi. Kegiatan panen, misalnya, membutuhkan kegiatan logistik. Logistik pascapanen dibutuhkan untuk memindahkan produk hasil panen ke tempat penyimpanan, menyimpan produk hasil panen dan mengirim produk kepada konsumen. Transportasi dan penyimpanan produk hasil panen harus dapat menjaga kualitas produk tetap baik hingga diterima oleh konsumen.

Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Produk Teknologi Transportasi dan Loglstik 

Wirausaha produk teknologi transportasi dan logistik dapat dimulai dengan mellhat kebutuhan transportasi dan logistik yang ada di lingkungan sekitar.
Kebutuhan transportasi dan logistik di antaranya muncul dari kegiatan produksi, misalnya kegiatan panen buah.

Perancangan produk didasari beberapa faktor pertimbangan, yaitu fungsi produk, pengguna produk; material, teknik pembuatan, nilai estetis dan harga jual.

Sumber : http://www.bejari.com/2017/01/perencanaan-usaha-produk-teknologi.html

PERTEMUAN KE-2
Kompetensi Dasar :
3.2 Memahami perencanaan usaha produk teknologi transportasi dan logistik meliputi ide dan
      peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
Tugas Kelompok
    1. Apa tujuan dari pembuatan produk rekayasa ?
    2. Menurut pendapatmu, apa perbedaan antara transportasi dan logistik ?
    3. Berdasarkan materi yang telah dipelajari, identifikasikan beberapa contoh yang             termasuk kegiatan transportasi dan kegiatan logistik !
    4. Amati lingkungan sekitar, perpindahan apa saja yang terjadi di :
        - dalam rumah
        - sekitar sekolah
        - pedagang di pasar
    5. Identifikasikan barang apa saja yang dipindahkan, karakter barang, tempat asal    
        dan tujuan perpindahan serta alat bantu yang digunakan pada soal no. 4 !

Contoh produk rakayasa
     contoh 1 : Robot Arduino
     contoh 1 : Rak Piring


JAWABAN MATERI PERTEMUAN 2

JAWABAN SOAL DISKUSI MATERI 2 :

1.       Tujuan dari pembuatan produk rekayasa adalah untuk:
a.  mempermudah dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam   pekerjaan
b.      Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi
c.       Memacu kreativitas dan inovasi bagi pembuatnya

2.       Pengertian :
a.       Transportasi adalah proses perpindahan orang atau barang dari satu lokasi asal ke lokasi tujuan untuk keperluan tertentu menggunakan alat tertentu.
b.      Logistik adalah serangkaian proses pengiriman barang pada konsumen, meliputi pengadaan, perawatan, distribusi dan penyimpanan, dimana kegiatan distribusinya sesuai dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

3.       Contoh :
a.       Kegiatan transportasi : memindahkan air sumur, orang menggunakan lift
b.      Kegiatan logistic : membeli barang online, mengirimkan hasil ternak ayam ke pedagang

4.        Contoh :
a.        Rumah : menimba air sumur
b.      Sekolah :Upacara bendera
c.       Pasar : berbelanja sayuran

5.       Identifikasi :
a.       Rumah :
·   benda yang dipindahkan : air
·   karakter barang : cair
·   Asal benda : sumur
·   Tujuan pemindahan : bak mandi
·   Alat bantu yang digunakan : ember, katrol, tali
b.      Sekolah :
·   benda yang dipindahkan : bendera
·   karakter barang : padat
·   Asal benda : di bawah
·   Tujuan pemindahan : tiang bendera
·   Alat bantu yang digunakan : katrol
c.       Pasar :
·   Benda yang dipindahkan : sayuran
·   Karakter yang dipindahkan : lunak
·   Asal benda : pasar
·   Tujuan pemindahan : rumah pembeli
·   Alat bantu : keranjang

Senin, 24 Juli 2017

MATERI PKWU KELAS X SEMESTER 1 : WIRAUSAHA PRODUK TEKNOLOGI TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

PERTEMUAN 1
Materi 1 : Karakteristik Kewirausahaan
Mengamati kisah wirausahawan sukses di bidang Transportasi dan Logistik
Contoh Kisah :
F.  https://www.youtube.com/watch?v=TFZ4HOPo-k0


Kisah 1
Kisah 2
Kisah 3
Kisah 4
kisah 5 


TUGAS KELOMPOK :

Diskusikan bersama kelompok, soal dibawah ini :
1. Jelaskan perbedaan antara  wirausaha, wirausahawan dan  kewirausahaan !
2. Jelaskan sifat-sifat seorang wirausahawan !
3. Sebutkan lima faktor penyebab keberhasilan berwirausaha !
4. Sebutkan lima faktor penyebab kegagalan berwirausaha !
5. Amati salah satu video yang berhubungan dengan "Wirausaha Produk Teknologi Tansportasi dan
    Logistik", analisa kiat-kiat usahanya !

Untuk melihat jawaban dari tugas diatas klik disini......