Kamis, 20 Juli 2017

MATERI 1 PKWU KELAS XI SEMESTER 1

1. Pengenalan Kerajinan Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.

Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:
a. Bahan Lunak Alami

Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a. Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring.

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

b. Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
Serat Alam
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

d. Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu.

Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

e. Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor.

f. Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

g. Kerajinan Bubur Kertas
Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
  • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
  • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
  • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
  • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
  • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
  • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
  • Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.

B. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a. Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan. prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

b. Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
  • 1Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  • Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

C. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

a. Motif Realis
Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

b. Motif Geometris
Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

c. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu.

d. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

D. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.
  • 1) Teknik Coil (Lilit Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
  • 2) Teknik Putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
  • 3) Teknik Cetak. Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.

b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.

Sumber : http://www.mediabelajar.cf/2015/02/produk-kerajinan-dari-bahan-lunak.html

TUGAS

Contoh Produk : Keranjang kertas
                           Tempat pensil

Kamis, 27 April 2017

MEMBUAT GAMBAR ANIMASI PADA APLIKASI COREL

Langkah-langkahnya :
  1. buka aplikasi Corel PHOTO-PAINT 
  2. Pilih New dan akan muncul tampilan seperti ini:

  3. Lalu isi setiap halaman dengan gambar yang telah ditentukan dengan cara mengcopy gambar tersebut dengan fasilitas copy-paste dengan memilih opsi Paste As New Selection (menempelkan gambar pada satu halaman saja)
  4. klik bagian luar area gambar pada setiap halaman agar gambar tidak muncul pada semua halaman (Area yang berwarna abu-abu adalah area diluar halaman)
  5. Setelah semua gambar dimasukkan, save file tersebut dengan save as type GIFAnimation, lalu klik Save.

  6. Setelah itu akan muncul lagi sebuah jendela Animasi Options. Beri centang "Loop Frame", kemudian pilih "Forever" untuk fitur animasi terus bergerak.
  7. kemudian klik ok.
Referensi Gambar :





Selasa, 04 April 2017

MEMAHAMI TEKNIK SHAPING PADA COREL DRAW

Teknik Shaping pada CorelDraw merupakan teknik pembentukan sebuah bangun dengan menggabung,memotong, serta membuat irisan pada 2 bangun atau lebih. Teknik ini merupakan salah satu teknik dasar yang perlu dipahami di awal sebelum Anda menciptakan sebuah desain.
Ada beberapa operasi objek dari teknik ini, yang sistem kerjanya hampir sama dengan operasi himpunan dan semesta yang ada dalam matematika (gabungan, irisan, dll). Weld, Trim, Intersect, Simplify, Front Minus Back, Back Minus Front, dan Create New Objek inilah operasi objek yang merupakan Teknik Shaping. Masing-masing mempunyai ciri khas dan hasil objek yang berbeda.
Untuk lebih mengenal dan memahami teknik Shaping pada CorelDraw, silahkan lihat tutorial berikut.
  1. Pertama buat 2 objek persegi dengan menggunakan Rectangle tool. Tekan Ctrl lalu klik dan drag objek untuk menciptakan persegi sempurna. Serta jangan lupa beri warna yang berbeda pada 2 persegi tersebut, misalnya merah dan abu-abu.

    Pembuatan objek persegi
  2. Taruh persegi abu-abu di pojok kanan bawah persegi merah. Agar tepat di pojok, klik center persegi abu-abu dan drag pada node di pojok kanan bawah persegi merah.

    Penempatan Persegi
  3. Kemudian seleksi keduanya, dengan menekan tombol Shift dan klik kedua objek tersebut. Lihat perubahan pada property bar, tool untuk melakukan shaping akan keluar dan Anda siap melakukan teknik shaping.

    Tampilan perubahan property
  4. Coba satu persatu untuk tool shaping tersebut. Dan lihat hasilnya.

    Hasil Teknik Shaping

Penjelasan :
Weld berfungsi untuk menggabungkan dua objek atau lebih dan warna hasil penggabungannya akan sesuai dengan warna objek yang terpilih. Pada contoh tutorial di sini (langkah 3), persegi merah di pilih terakhir setelah abu-abu.
Trim berfungsi memangkas atau memotong  objek dengan objek lain. Memotong  Objek yang pertama kali dipilih.
Intersect merupakan pembuat irisan dari objek yang bertumpuk. Hasil irisan tersebut merupakan bagian dari objek satu dan yang lainnya.
Simplify hampir mirip dengan Trim, namun Simplify dapat digunakan dengan banyak objek.
Front Front Minus Back dari namanya sudah dapat terlihat kegunaannya. Objek yang berada di bawah akan mengurangi objek di atasnya dan objek bawah akan hilang.
Back Minus Front kebalikan dari front minus back dan yang hilang adalah objek atas.
Create new objek… sama akan halnya weld namun di sini dua objek yang digabungkan tidak hilang, hanya akan membentuk objek baru dan tanpa warna.


Sumber : Heru Trimulyo

Senin, 03 April 2017

Fungsi-fungsi Toolbox pada CorelDraw

Fungsi-fungsi Toolbox pada CorelDRAW

Versi : CorelDRAW X6

Toolbox pada CorelDRAW bisa diartikan sebagai kotak perkakas yang berisi tool-tool yang berfungsi untuk membuat dan memodifikasi objek. Beberapa tool secara default terlihat pada Toolbox, tapi beberapa tool tidak terlihat. Untuk memunculkan tool yang tersembunyi kita harus klik pada panah kecil yang ada dipojok kanan bawah tool yang terlihat, dengan klik panah kecil tersebut akan terbuka atau muncul flyout yang berisi tool-tool yang tersembunyi. Flyout yang terbuka akan menampilkan sekumpulan tool CorelDraw yang berkaitan dengan toolbox yang dibuka, panah kecil pada bagian pojok kanan bawah toolbox menandakan adanya flyout pada tombol tersebut.

Dibawah ini adalah Toolbox pada CorelDRAW X6 (apabila sampeyan adalah pengguna CorelDRAW versi dibawahnya mungkin ada Tool yang belum ada);


Adapun fungsi dan cara menggunakan dari tool yang ada di Toolbox sebagai berikut;


Pick tool; untuk memilih atau menyeleksi dan mengatur ukuran, memiringkan, dan memutar objek.
Lihat Selengkapnya...
Freehand Pick tool; untuk menyeleksi objek dengan bebas. Lihat Selengkapnya...



Shape tool; untuk mengedit bentuk objek kurva. Lihat Selengkapnya...
Smudge Brush tool; untuk mengubah objek vektor dengan cara men-drag sepanjang garis luar.  
Lihat Selengkapnya...
Roughen Brush tool; untuk mengubah garis luar dari objek vektor dengan cara men-drag sepanjang garis luar. Lihat Selengkapnya...
Free Transform tool; untuk mengubah suatu objek dengan menggunakan Free rotation, angle rotation, Scale, dan Skew tool. Lihat Selengkapnya...
Smear tool, Twirl tool, Attact tool, Repel tool. Lihat Selengkapnya...



Croop tool; untuk menghilangkan area yang tidak dikehendaki. 
Knife tool; untuk memotong objek. 
Eraser tool; untuk menghilangkan daerah yang tidak diinginkan pada gambar. 
Virtual Segment Delete tool; untuk menghapus bagian dari objek-objek diantara persimpangan.  
Lihat Selengkapnya...



Zoom tool; untuk merubah besaran level dalam tampilan/jendela kerja. Lihat Selengkapnya...
Pan tool; untuk mengontrol bagian gambar mana yang akan di gambar ulang dalam tampilan/jendela kerja. Lihat Selengkapnya...



Freehand tool; untuk menggambar garis tunggal dan kurva. Lihat Selengkapnya...
2-Point Line tool; untuk menggambar garis tunggal tanpa kurva. Lihat Selengkapnya...
Bèzier tool; untuk menggambar kurva satu bagian pada waktu yang sama. Lihat Selengkapnya...
Artistic Media tool; menyediakan akses pada Brush, Sprayer, Calligraphic, dan Pressure tool.
Lihat Selengkapnya...
Pen tool; untuk menggambar kurva satu segmen pada satu waktu. Lihat Selengkapnya...
Polyline tool; untuk menggambar garis-garis dan kurva. Lihat Selengkapnya...
3 Point Curve tool; untuk menggambar suatu kurva dengan menentukan titik awal, akhir, dan titik tengah. Lihat Selengkapnya...



Smart Fill tool; untuk mewarnai objek-objek yang terlampir, tool ini dapat mewarnai isi dan garis dari objek tersebut dan objek yang telah terisi dapat dipisahkan dengan gambar dasarnya. Lihat Selengkapnya...
Smart Drawing tool; mengubah coretan-coretan tangan menjadi garis yang halus dan sempurna.
Lihat Selengkapnya...



Rectangle tool; untuk menggambar bujur sangkar dan kotak. Lihat Selengkapnya...
3 point Rectangle tool; untuk menggambar bujur sangkar pada suatu sudut tertentu. Lihat Selengkapnya...



Ellipse tool; untuk menggambar bentuk lonjong atau lingkaran. Lihat Selengkapnya...
3 point Ellipse tool; untuk menggambar bentuk lonjong atau lingkaran pada suatu sudut tertentu.
Lihat Selengkapnya...



Polygon tool; untuk menggambar poligon atau bintang secara simetris. Lihat Selengkapnya...
Star tool; untuk menggambar bentuk bintang yang sempurna. Lihat Selengkapnya...
Complex Star tool; untuk mengggambar bentuk bintang yang komplek atau bintang yang mempunyai banyak sisi. Lihat Selengkapnya...
Graph Paper tool; digunakan untuk menggambar sekat yang terdiri dari garis-garis serupa.
Lihat Selengkapnya...
Spiral tool; digunakan untuk menggambar spiral. Lihat Selengkapnya...



Basic Shape tool; untuk memilih bermacam-macam bentuk, termasuk bentuk smile, halilintar, bentuk hati, dan lain-lain. 
Arrow Shape tool; untuk menggambar beraneka ragam jenis bentuk panah, dan arah panah. 
Flowchart Shapes tool; untuk menggambar symbol flowchart. 
Banner Shapes tool; untuk menggambar bentuk yang menyerupai pita atau efek ledakan. 
Callout Shapes tool; untuk membuat label dan callout.  
Lihat Selengkapnya...



Text tool; untuk menuliskan kata secara langsung pada layar sebagai paragrap atau artistik teks.
Lihat Selengkapnya...



Table tool; untuk membuat dan meng-edit tabel. Lihat Selengkapnya...



Dimension tool terdiri dari :
Parallel Dimension; untuk membuat garis ukuran dimensi miring.
Horizontal or Vertical Dimension; untuk membuat garis ukuran dimensi horizontal dan vertikal.
Angular Dimension; untuk membuat garis ukuran segitiga atau sudut.
Segment Dimension; untuk menampilkan dimensi antara titik terakhir pada satu atau beberapa bagian.
3-Point Callout; untuk membuat garis petunjuk, yang terdiri dari tiga titik yang membentuk garis untuk petunjuk atau keterangan.
Lihat Selengkapnya...



Interactve Connector tool terdiri dari;
Straight-Line Connector; untuk membuat konektor lurus
Right-Angle Connector; untuk membuat konektor siku-siku dengan sudut tajam
Right-Angle Round Connector; untuk membuat konektor siku-siku dengan sudut tumpul
Edit Anchor; untuk memodifikasi garis konektor.
Lihat Selengkapnya...


Interactive Blend tool; untuk mencampur dua objek Lihat Selengkapnya...
Interactive Contour tool; untuk membuat suatu bentuk garis luar pada suatu objek menggunakan bentuk dasarnya. Lihat Selengkapnya...
Interactive Distortion tool; untuk melakukan penyimpangan pada suatu objek, tool ini mempunyai 3 bentuk penyimpangan dasar yaitu: Push and Pull Distortion, Zipper Distortion, atau Twister Distortion. 
Lihat Selengkapnya...
Interactive Drop Shadow tool; untuk memberikan bayangan pada suatu objek. Lihat Selengkapnya...
Interactive Envelope; untuk menyimpangkan suatu objek dengan cara men-drag node.
Lihat Selengkapnya...
Interactive Extrude; untuk membuat suatu ilusi kedalaman pada objek. Lihat Selengkapnya...
Interactive Transparency tool; untuk membuat objek menjadi transparan. Lihat Selengkapnya...



Color Eyedropper tool; untuk memilih dan menyalin fill (warna) dari suatu objek pada jendela gambar, yang disertai tampilan code HTML warna. Lihat Selengkapnya...
Attributes Eyedropper tool; untuk memilih dan menyalin properti pada objek, seperti halnya fill, ketebalan garis, ukuran, dan efek, dari suatu objek pada jendela gambar. Lihat Selengkapnya...
Paintbucket tool; tool ini muncul setelah Color Eyedropper tool atau Attributes Eyedropper tool di fungsikan. 



Outline tool; Ketika kita memilih tool ini flyout akan muncul dan memberikan akses cepat ke beberapa fasilitas, seperti kotak dialog Outline Pen dan Outline Color. Lihat Selengkapnya...



Fill tool; seperti halnya Outline tool ketika kita memilih Fill tool ini flyout akan muncul dan memberikan akses cepat ke beberapa fasilitas, seperti ke kotak dialog Fill (Uniform Fill, Fontain Fill, dsb).
Lihat Selengkapnya...



Interactive Fill tool; untuk memberi warna dengan beberapa variasi  gradasi fill. Lihat Selengkapnya...
Interactive Mesh tool; untuk memberi warna gradasi fill menggunakan garis (grid) yang terdiri dari beberapa node. Lihat Selengkapnya...


Sumber : http://www.belajarcoreldraw.co/2011/10/fungsi-fungsi-toolbox-pada-coreldraw.htm

Author : Zainoel Arifin Isa'i

Ketika aku tidak nongkrong di warung kopi atau menyusuri hutan atau juga mendaki gunung, aku sibuk menjadi tukang desain lepas/ freelance yang bermarkas di sudut ruang kamar belakang rumah di daerah pelosok desa terpencil lereng gunung Arjuno. Bagi Anda yang suka bertualang kunjungi juga blog Bertahan hidup di alam liar disitu banyak petunjuk (Facebook : -Mbah Djojo- )


Selasa, 07 Februari 2017

TUGAS PRAKTIKUM 1

KOMPETENSI DASAR : MEMBUAT DAN MENGEDIT OBJEK
TUGAS PRAKTIKUM 1
LANGKAH KEGIATAN :
1.       Buat dokumen baru dengan nama file : TG_1_”NAMA ANGGOTA KELOMPOK”
2.       Seting lembar kerja dengan ukuran A4 dan background kuning
3.       Tampilkan Grid untuk memudahkan pengukuran
4.       Perhatikan gambar dibawah ini, buatlah objek grafis tersebut dengan menggunakan tool dasar yang sesuai pada toolbox. (Tool dasar apa saja yang digunakan pada Toolbox)
5.       Warnai dengan warna bebas (tidak hitam-putih) semua objek yang dibuat
6.       Buatlah laporan praktikum TG_1, yang berisi langkah-langkah proses pada nomor 1-5 !


CONTOH FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM

LAPORAN PRATIKUM


MATERI       : 
       Membuat File Baru
     Mensetting Lembar Kerja
       Membuat Objek (flyout rectangle tool, flyout ellipse tool)
     Editing Objek
     Transformation
TANGGAL    :

NAMA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

LANGKAH PEMBUATAN DESAIN BORDER :
Desain Border


  1.    
  2.     
  3.     
  4.